Beranda > Renungan > TEGAR DALAM MENJALANI HIDUP

TEGAR DALAM MENJALANI HIDUP


Hidup ini tidak mulus, selalu saja ada halangan dan rintangan yang selalu

menghampirinya, tetapi kita tidak bisa meminta kepada Allah untuk dihindarkan dari musibah. Disinilah keindahan Islam, yang harus kita minta adalah agar kita bisa melalui ujian yang diberikan Allah, supaya kita menjadi umat pilihan, umat yang membuktikan kadar keimanan kita kepada Allah.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum

mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS At Taubah: 16)

Sungguh malu, saat kita menghadapi kesulitan, kita bersedih dan langsung

bersikap lemah. Kita hanya diam, menyerah, dan berbicara mengeluarkan

berbagai alasan-alasan mengapa kita menyerah. Kita menyalahkan orang lain, lingkungan, atau kondisi di sekitar kita. Alasan-alasan ini hanyalah bukti

kelemahan kita, bukti bahwa kita tidak kuat menghadapi berbagai masalah yang muncul.

Padahal Allah melarang kita bersikap lemah dan bersedih. Kita harus tetap tegar sekokoh batu karang dan tidak bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit. Hapuslah air mata, bangunlah dari tidurmu. Bangkitlah, karena kita

sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa kita.

Bersikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagi

kita. Berharap belas kasihan? Tidak dijamin, malah bisa saja kita malah

ditertawakan oleh orang lain. Kesedihan malah memadamkan api energi dalam tubuh kita untuk bertindak dan berkarya. Bukankah diam ini justru akan membuat masalah berlarut-larut?

Masalah tidak akan selesai hanya dengan ditangisi, kita harus kuat dan bertindak mengatasi masalah tersebut. Bukannya diam lemah sambil bersedih hati yang justru akan menambah kesemasan demi kecemasan dalam diri kita. Langkah kita akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya kita malah tidak akan peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,

padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS.Ali ‘Imraan:139).

Bangkitlah kawan, hapus air matamu, dan kuatkan dirimu.

Categories: Renungan Tag:,
  1. 19 Februari 2010 pada 9:14 pm | #1

    like thiz lah…

    I give you one smile ^_^

    • 19 Februari 2010 pada 9:58 pm | #2

      makasih….
      banyak senyum yang saya berikan untuk anda….^_^

  2. 20 Februari 2010 pada 2:39 am | #3

    yupz bener kita memang harus tegar menjalani hidup segla cobaan

    berkunjung dan ditunggu kunjunhgan baliknya makasih :D

  3. 20 Februari 2010 pada 5:55 am | #4

    ttp smangat, dn ttp tersenyum lakukan yg terbaik..
    mk qt tak akan menyesal di akhirny..
    :)

  4. 22 Februari 2010 pada 5:41 am | #5

    pengennya sih hadapi dengan senyuman… tapi terkadang kenapa terasa berat ya?

  5. 24 Februari 2010 pada 5:47 am | #7

    Mengeluh sudah fitrah manusia, asal tidak berlebihan.. Apalagi sampai melenguh :)

    Nice post. Untuk motivasi dan semangat hidup, terus tegar, tegar terus.

    Trims.

  6. 5 Maret 2010 pada 7:01 pm | #9

    hidup adalah takdir-Nya, tidak usah dipikir namun jalani saja..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.