Beranda > Renungan > Perumpamaan Dunia

Perumpamaan Dunia


Dalam kitab Irsyadul ‘Ibad, Allaits meriwayatkan dari Jarir berkata: “Seseorang datang kepada Nabi Isa AS dan berkata, ‘Saya ingin bersahabat dengan Anda dan selalu bersamamu’. Maka berjalanlah keduanya di tepi sungai dan makanlah keduanya, mereka memakan tiga potong roti. Nabi Isa AS satu potong, dan satu potong untuk orang itu, dan sisanya satu potong. Kemudian Nabi Isa AS pergi minum ke sungai. Saat kembali ia tak menemukan satu potong roti sisanya di tempatnya, lalu ditanyakan kepada orang itu: ‘Siapakah yang mengambil satu potong roti itu?’ Jawab orang itu: ‘Tidak tahu’. Maka Nabi Isa AS mendiamkannya dan berjalanlah kembali keduanya. Tiba-tiba mereka melihat rusa dengan kedua anaknya, lalu dipanggil oleh Nabi Isa AS satu anak rusa itu dan disembelih kemudian dibakar dan dimakan berdua. Nabi Isa AS kemudian menyuruh anak rusa yang telah dimakan itu supaya hidup kembali, maka dengan izin Allah anak rusa itu hidup kembali. Lalu Nabi Isa AS bertanya: ‘Demi Allah yang memperlihatkan bukti kekuasaan-Nya padamu, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?’ Jawab orang itu: ‘Tidak tahu.’ Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa AS memegang tangan orang itu, dan mengajaknya berjalan di atas air hingga keduanya sampai di seberang. Nabi Isa as kemudian bertanya: ‘Demi Allah yang memperlihatkan bukti ini, siapakah yang mengambil roti itu?’ Jawab orang itu seperti semula: ‘Tidak tahu!’ Ketika perjalanan keduanya telah tiba di hutan dan saat duduk berdua, Nabi Isa AS mengambil tanah atau kerikil lalu diperintah: ‘Jadilah emas dengan izin Allah’. Maka tanah atau kerikil tadi menjadi emas, kemudian dibagi menjadi tiga bagian oleh Nabi Isa AS, dan beliau berkata: ‘Untukku sepertiga, dan untukmu sepertiga, dan sepertiga lagi untuk orang yang mengambil roti.’ Maka orang itu berkata: ‘Akulah yang mengambil roti itu.’ Nabi Isa AS menimpali: ‘Maka ambillah semuanya untukmu.’ Kemudian keduanya berpisah. Orang itu beberapa saat kemudian didatangi oleh dua orang yang akan merampoknya. Namun orang itu berkata: ‘Labih baik harta ini kita bagi tiga saja, bagaimana?’ Kedua orang yang akan merampok orang itu setuju, lalu menyuruh salah seorang dari mereka untuk pergi ke pasar berbelanja makanan. Timbul perasaan dalam hati orang yang berbelanja itu: ‘Untuk apa emas itu dibagi tiga, lebih baik makanan ini saya racuni agar keduanya mati.’ Maka diberi racunlah makanan itu. Namun kedua orang yang tinggal menunggu makanan pun merencanakan sesuatu untuk membunuh orang yang pergi berbelanja dan emas tersebut dibagi di antara mereka berdua. Maka, saat orang yang pergi berbelanja itu datang, segera saja dibunuh oleh kedua orang temannya, lalu emas tersebut dibagi di antara mereka berdua. Karena lelah, dan lapar lalu mereka memakan makanan yang dibawa oleh orang yang pergi berbelanja tersebut yang telah diberi racun. Maka tidak berapa lama kemudian, matilah keduanya. Tinggallah emas itu di hutan dan disekitarnya tiga bangkai manusia. Ketika Nabi Isa AS kembali dalam perjalanan pulang dan melewati hutan itu, dan menyaksikan kejadian itu, maka ia berkata kepada para pengikutnya: ‘Inilah gambaran dunia, maka berhati-hatilah kamu sekalian dari akibat yang ditimbulkannya.

Iklan
Kategori:Renungan Tag:, ,
  1. buraqmanari
    29 Januari 2010 pukul 8:35 am

    Mengamankan yang pertamax dulu yaaa..

    • buraqmanari
      29 Januari 2010 pukul 8:36 am

      sebuah kisah teuladan yang sangat baik untuk bekal dalam hidup yang serba kebohongan ini.

    • 29 Januari 2010 pukul 9:33 pm

      philip juga gpp…hehehe..monggo..

  2. 29 Januari 2010 pukul 8:42 pm

    Salam super-
    salam hangat dari pulau Bali-
    beruntungnya saya berkunjung ke blog ini,,, dapat peringatan yang baik ini…

    • 29 Januari 2010 pukul 9:34 pm

      salam balik n salam kenal. dalam hidup kn saling mengingatkan hehe. trims dh berkunjung

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: